Apa Itu ROI? Ini Arti, Fungsi dan Tujuannya

ROI (Return on Investment) adalah ukuran yang digunakan untuk menilai seberapa efektif suatu investasi menghasilkan profit dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan. Sederhananya, ROI menunjukkan seberapa besar laba yang diperoleh dari investasi tertentu, biasanya dalam bentuk persentase.

Apa Itu ROI Ini Arti, Fungsi dan Tujuannya Mahada Indonesia

Penulis : Writer Team

Topik: Kosakata

Fokus : ROI

Terbit : 13 Juli 2026

Gifset Corporate Banner

Apa Itu ROI?

ROI (Return on Investment) adalah ukuran yang digunakan untuk menilai seberapa efektif suatu investasi menghasilkan profit dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan. Sederhananya, ROI menunjukkan seberapa besar laba yang diperoleh dari investasi tertentu, biasanya dalam bentuk persentase.

Meskipun tidak secara eksplisit tercantum dalam KBBI, ROI sering diartikan sebagai tingkat pengembalian investasi. Para ahli seperti Gitman, Brigham, dan Horne sepakat bahwa ROI adalah indikator efisiensi dalam penggunaan modal untuk menghasilkan laba.

Perhitungan ROI dapat membantu investor, pelaku usaha, maupun perusahaan dalam mengevaluasi apakah suatu investasi memberikan hasil yang menguntungkan. Semakin tinggi persentase ROI, semakin besar pula keuntungan yang diperoleh dibandingkan dengan modal yang telah dikeluarkan.

Rumus ROI adalah sebagai berikut:

ROI = (Keuntungan Bersih ÷ Biaya Investasi) × 100%

Keuntungan bersih diperoleh dari total pendapatan investasi dikurangi seluruh biaya yang dikeluarkan untuk investasi tersebut.

Contoh Perhitungan ROI

Sebuah perusahaan mengeluarkan biaya sebesar Rp20.000.000 untuk menjalankan kampanye pemasaran. Setelah kampanye selesai, perusahaan memperoleh tambahan pendapatan sebesar Rp28.000.000.

Keuntungan bersih dari investasi tersebut adalah:

Keuntungan Bersih = Rp28.000.000 − Rp20.000.000

Keuntungan Bersih = Rp8.000.000

Selanjutnya, ROI dihitung menggunakan rumus:

ROI = (Rp8.000.000 ÷ Rp20.000.000) × 100%

ROI = 40%

Berdasarkan hasil tersebut, kampanye pemasaran menghasilkan ROI sebesar 40%. Artinya, perusahaan memperoleh keuntungan sebesar Rp40 untuk setiap Rp100 biaya yang dikeluarkan.

Apabila hasil perhitungan ROI bernilai positif, investasi tersebut menghasilkan keuntungan. Sebaliknya, ROI negatif menunjukkan bahwa hasil investasi belum mampu menutupi biaya yang telah dikeluarkan.

Fungsi ROI

Terdapat beberapa fungsi dari ROI yang dapat anda ketahui, diantaranya:

  1. Mengukur profitabilitas investasi, adanya ROI dapat menunjukkan apakah investasi yang dilakukan menghasilkan profit, lose atau bahkan hanya kembali modal.
  2. Membandingkan alternatif investasi menggunakan ROI bisa lebih mudah karena tampak jelas mana investasi yang profitable dan mana yang tidak sama sekali.
  3. Sebagai alat evaluasi keuangan, perusahaan dapat menilai efisiensi alokasi sumber daya mereka dengan mudah menggunakan rumus ROI.
  4. Pengambilan keputusan, kehadiran ROI membantu dalam pengambilan keputusan strategis berdasarkan hasil pengembalian modal.
  5. Menilai kinerja proyek atau divisi, hal ini berguna untuk mengukur kontribusi unit bisnis terhadap keseluruhan keuntungan perusahaan.

Tujuan ROI

Return on Investment (ROI) memiliki peran penting dalam dunia bisnis dan keuangan. Dengan menghitung ROI, pelaku usaha dapat mengevaluasi efektivitas penggunaan dana serta mengarahkan strategi agar lebih menguntungkan. Adapun tujuan utama dari pengukuran ROI adalah sebagai berikut:

  1. Mengoptimalkan penggunaan modal
  2. Meningkatkan efisiensi operasional
  3. Mendukung transparansi dan akuntabilitas
  4. Membantu Perencanaan Keuangan

Frequently Asked Questions Tentang ROI

Bagaimana cara menghitung ROI?

Rumus ROI: ROI=(Laba Bersih / Total Investasi)×100%
Contoh: Jika kamu menginvestasikan Rp10.000.000 dan memperoleh keuntungan Rp2.000.000, maka ROI = (2.000.000 / 10.000.000) × 100% = 20%.

ROI hanya digunakan di dunia bisnis saja?

Tidak. ROI juga bisa digunakan untuk evaluasi investasi pribadi, seperti investasi properti, pendidikan, atau bahkan waktu dan tenaga yang digunakan dalam suatu proyek.

Apa batasan dari ROI?

Tidak memperhitungkan waktu (durasi investasi). Tidak mencakup risiko investasi, dan tidak memperhitungkan faktor eksternal seperti inflasi.

Berapa nilai ROI yang dianggap bagus?

Tergantung konteks industrinya. Namun secara umum, ROI di atas 15%–20% sering dianggap sebagai hasil yang baik, tergantung juga pada risiko dan durasi investasi.

Apa bedanya ROI dengan ROE dan ROA?

ROI (Return on Investment) mengukur keuntungan dari seluruh investasi. ROE (Return on Equity) mengukur laba terhadap ekuitas pemegang saham. dan untuk ROA (Return on Assets) mengukur laba terhadap total aset perusahaan.

Editor : Dodi Insan Kamil

Penulis <a href="https://www.mahada.co.id/author/writert/" target="_self">Writer Team</a>
Penulis Writer Team

Tim penulis Mahada beranggotakan para pakar yang kompeten di bidangnya.

Banner 1
Banner 1

Informasi Lain yang Mungkin Anda Perlukan

Corporate Gift Low